Friday, July 27, 2007

HIKMAH ISRA’ wal MI’RAJ

Membangun Pribadi Muslim Sukses Dunia dan Akhirat

Oleh Ustad PILDACIL Syahrul SYah
di PT Indosat Gd. C1 Lt.2 Daan Mogot Jakarta Barat

Kamis, 26 Juli 2007 pkl. 12.15 - 13.30

سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَى بِعَبْدِهِ لَيْلاً مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الأَقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ آيَاتِنَا إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ البَصِيرُ ﴿١﴾

Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidilharam ke Al Masjidilaksa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat. (Qs. Al-Israa :1)

Di awal ayat 1 Surat Al-Isra, Allah Swt mengawali sebuah peristiwa besar dengan kalimat “Subhana” yang mana hal ini amat jarang bagi Allah Swt dalam ayat-ayat lainnya. Sebagaimana kisah penciptaan Adam As, terbenamnya Fir’aun dan Lahirnya Nabi Isa As dalam Al-Qur’an tidak diawali dengan kalimat “Subhana” meski peristiwa diatas termasuk yang luar biasa dalam ukuran manusia. Selanjutnya, Allah menjelaskan peristiwa besar tersebut dengan memperjalankan hambaNya (Muhammad Saw) dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha dan lalu dinaikkan ke Sidratil Muntaha dimana setelah sebelumnya Rasulullah Muhammad Saw dibersihkan qalbunya oleh Jibril dan dihantarkan dengan Bouraq. Dalam keadaan ini Allah bersifat aktif sementara Nabi Muhammad Saw pasif, sehingga hal ini terjadi sesuai qudrat dan iradah Allah Swt. Peristiwa inilah yang kemudian dikenal dengan Isra’ wal Mi’raj.

Peristiwa Isra Mi’raj tersebut dilakukan pada malam hari, dimana Alloh memberangkatkan Nabi Muhammad SAW dari masjidil Aqsho ke masjidil Haram. Mengapa di malam hari, hal ini di sebabkan pada waktu malam adalah waktu yang tepat untuk beribadah kepada Alloh SWT dengan banyak bersujud, qiyamullail, tilawatil qur’an, berdo’a dan lain sebagainya. Berikutnya, Allah menjadikan titik berangkat dan transit adalah dari Masjid ke Masjid sebelum naik menuju Sidratil Muntaha bahkan pulangnya pun kembali Masjid. Hal ini menunjukkan pentingnya Masjid dalam kehidupan Muslim, bahkan Rasulullah Saw menjadikan salah satu indikator orang yang beriman adalah seorang muslim yang hatinya terpaut dengan masjid. Selain itu 3 masjid yang memiliki keutamaan dimana 2 diantaranya disebutkan di ayat ini (masjid al haram & masjid al aqsha) sedangkan lainnya Masjid Nabawi di Madinah. Hal ini agar umat Islam peduli dengan keberadaan Masjid terlebih Masjid yang tersebut di atas.

Adapun peristiwa Isra wal Mi’raj terjadi setelah Meninggalnya Khadijah istri nabi Muhammad SAW yang pertama, dimana beliau banyak mengorbankan jiwa raga dan harta demi dakwah dijalan Alloh.Dan juga meninggalnya Abu Tholib (paman Rasulullah Saw) penyemangat dakwah Nabi. Tahun tersebutlah yang dikenal ’Aamul Huzni (Tahun Kesedihan). Dan pada tahun ini pun tribulensi dan tekanan dari kaum kafirin terhadap Rasulullah bertambah hebat. Sehingga dari keadaan ini, Allah Swt menjadikan peristiwa Isra’ wal Mi’raj sebagai peneguh sekaligus penghibur bagi Rasulullah Saw.

Dari kejadian itu, Allah Swt perintahkan Nabi Muhammad SAW untuk melakukan perjalanan bertemu dengan Allah Swt. Hikmah yang Nabi dapatkan dalam perjalanan tersebut yakni perintah sholat yang sebelumnya diwajibkan 50 waktu menjadi 5 waktu (setelah melalui proses syura’ dengan Nabi Musa As untuk memon Rahmat Allah Swt agar dapat diberikan yang lebih ringan ; 50 è 5 ).

Kedudukan Sholat dalam agama Islam terlihat berbeda karena perintah Shalat langsung diterima di langit dan berbeda dengan syariat lainnya yang diperoleh Nabi Muhammad Saw di bumi. Selain itu, kedudukan Shalat lainnya bagi seorang muslim diantaranya adalah :

- Amal yang dihitung pertama kali di akhirat adalah sholat.

- Shalat adalah tiang agama. Barang siapa yang mendirikan sholat maka dia telah mendirikan agama islam dan barang siapa yang tidak mendirikan sholat maka sama dengan dia menghancurkan agama Islam.

- Pembeda antara seorang muslim dengan kafir yakni Shalat.

- Gerakan sujud dalam sholat adalah saat-saat dimana kita lebih dekat dengan Alloh, maka di sujud rakaat terakhir berdoalah dengan kesungguhan.

- Shalat juga mencegah perbuatan keji dan munkar (filosofi berwudhu dan shalat)

Untuk memperoleh golongan orang beriman yang beruntung salah satunya adalah shalat dengan khusyu’. Adapun beberapa tips menuju khusyu’:

- Hadirkan hati saat sholat, jangan kosongkan hati

- Pakailah pakaian yang baik dan bersih

- Agungkanlah Alloh (rendahkan diri ini)

- Fahami apa yang kita baca dalam sholat

- Mahabbah (hadirkan rasa cinta kepada Alloh dihati kita)

- Hadirkan rasa takut karena takut tidak khusuk ibadahnya sekaligus raja’ bahwa yang kita lakukan akan diterima Allah Swt.

- Kerjakan sholat dengan kesungguhan seakan-akan sholat yang dikerjakan adalah sholat yang terakhir yang kita persembahkan kepada Allah Swt.

Demikian sekelumit penjelasan akan hikmah dari Isra’ wal Mi’raj yang dapat kita petik dan simpulkan. Semoga Allah menjadikan diri kita dan keluarga kita menjadi Ahli Shalat yang berhasil di dunia dan akhirat. Wallahu a’lam bi ash shawwaab.

No comments: