Friday, November 17, 2006

Mengapa Bangsa Indonesia harus menolak kehadiran Bush

Abu ’Abdurrahman Al Maidani

Disampaikan pada kajian online pagi, 17 November 2006, pukul 10.30 – 11.30 WIB

Segala puji hanyalah milik Allah, kita memuji kepadaNya, dan senantiasa memohon pertolongannya, dan memohon pengampunannya. Dan kita berlindung kepada Allah dari kejelekan diri-diri kita, dan dari kesalahan-kesalahan amal kita. Barangsiapa yang telah diberikan petunjuk olehNya, tidak ada yang akan mampu menyesatkannya, dan barangsiapa yang telah disesatkanNya, maka tidak ada satupun yang akan mampu memberikannya petunjuk.

Aku bersaksi tidak ada Tuhan selain Allah, dan aku bersaksi bahwa bahwa Muhammad adalah hambaNya dan Rasulnya.

Shalawat dan salam semoga dicurahkan kepada Muhammad SAW, dan juga kepada keluarganya, dan sahabatnya sekalian.

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam. (Ali ’Imran : 102)

Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu, dan daripadanya Allah menciptakan istrinya; dan daripada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturahmi. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu. (An Nisaa : 1)

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar, niscaya Allah memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni bagimu dosa-dosamu. Dan barang siapa menaati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar. (Al Ahzab : 70 – 71)

Ayyuhal ikhwatil iiman hafizhakumullaahu, al ’izza.

Sebaik-baik pertemuan adalah pertemuan yang membesarkan nama Allah di dalamnya, mengkaji ad-diin-Nya, dan membicarakan hal-hal yang terus menyuburkan persemaian iman di dalam hati-hati kita, agar motivasi kehidupan kita terus bergelora menyumbangkan hal-hal yang bermakna buat meninggikan kalimat Allah yang tinggi.

Ayyuhal ikhwatil iiman hafizhakumullaahu, al ’izza.

Senin besok, 20 November 2006, Presiden ke-43 dari sebuah negeri adidaya abad ini, United States of America, yang lahir pada tanggal 06 Juni 1946, atau 60 tahun 05 bulan 11 hari ini, akan bertandang ke sebuah negeri yang memiliki penduduk dengan mayoritas beragama Islam dengan kuantitas terbesar di dunia, yang bernama Indonesia, tidak lebih dari 6 (enam) jam saja.

"Republican Party Elephant" logo

Pria ini, sebelumnya dikenal sebagai Gubernur Texas ke-46 yang menjabat rentang waktu 1995 – 2000. Aktif di Partai Republik – sebuah partai berideologi konservatif kanan yang didirikan pada 28 Februari 1854 – yang saat ini dipimpin oleh Ken Mehlman ini, mendorong dirinya untuk tampil memimpin negara pemilik gedung putih ini.

Keluarga Bush dikenal sebagai keluarga yang mayoritas aktif dalam aktivitas politik. Barbara Bush, Jeb Bush, George H. W. Bush, Laura Bush, dan terakhir George W. Bush.

Bush adalah Presiden Amerika yang telah merespon kejadian 11 September 2001 dengan slogan politik War on Terrorism. Sebuah slogan yang benar-benar serius, terbukti di Oktober 2001, ia melancarkan invasi militer ke Afghanistan di bulan Oktober 2001 dengan alasan menghancurkan Taliban dan jaringan Al-Qaeda. Slogan ini kemudian diperkuat dengan dilakukannya invasi berikutnya di bulan Maret 2003 dengan tujuan Irak, dengan berlandaskan UN Resolution 1441 terkait senjata pemusnah massal, dan menghancurkan rezim pemerintahan Saddam Hussein. Dengan slogan ini, ia menjanjikan akan membangun tatatan demokrasi di Timur Tengah.

Menarik memang, karena dengan slogan perangnya inilah, Bush kembali terpilih dalam pemilu 2004, dan menjadi kandidat pertama dengan kemenangan mayoritas selama 16 tahun terakhir, meski kemudian citranya menurun drastis dengan begitu banyak temuan seperti kejahatan Guantanamo Bay, skandal Abu Ghraib, pembiayaan riset stem cell, penanganan Hurricane Katrina yang sangat dahsyat, dan kontroversi NSA warrantless surveillance dan Plame affair. Plame Affair ini adanya klaim bahwa Valerie Plame Wilson bekerja undercover CIA.

Ayyuhal ikhwatil iiman hafizhakumullaahu, al ’izza.

Perang atas terorisme yang disampaikan oleh Bush secara kasat mata terlihat menggunakan terminologi ’fasis Islam’, sehingga jangan heran kalau kata-kata Crusade atau Perang Salib terucap dengan lancar dari mulut Bush, seorang penganut Kristen Methodist, yang beraviliasi kepada The United Methodist Church, yang juga disukai oleh Dick Cheney, Hillary Clinton, dan John Edwards. Dua nama terakhir bersama Bush tergabung dalam member-nya.

Esther Kaplan, dalam bukunya, With God on Their Side: How Christian Fundamentalists Trampled Science, Policy, and Democracy in George W. Bush’s White House, (New York: The New Press, 2004), menggambarkan bagaimana cengkeraman kelompok Kristen Fundamentalis dalam pemerintahan Bush. Di masa Bush inilah, untuk pertama kalinya diadakan pengajian Bibel seminggu sekali di Gedung Putih dan dihadiri oleh separoh lebih staf Gedung Putih. Di Department of Justice, setiap hari dibacakan ayat-ayat Bibel.

Reuters mengutip kalimat Bush ketika ia mengatakan bahwa AS telah mulai menuju kebangkitan agama yang sangat besar dalam sepanjang sejarah negara itu. Dan persepsi ini diperkeruh ketika pemimpin tertinggi Katolik, Paus Benediktus XVI, dengan ketidaktahuannya, menghina Islam dengan hanya mengutip pernyataan Kaisar Byzantium, Manuel II Palaelogos, yang mengatakan bahwa ajaran Muhammad adalah ajaran yang buruk, dan merupakan ajaran syaithon yang tidak manusiawi.

Kehadirannya, bagi sebagian kalangan umat Islam, dianggap sebagai sebuah usaha untuk menginjak-injak harkat dan martabat umat Islam pada khususnya, di negeri yang sangat tepat dengan kuantitas muslimnya, setelah apa yang ia lakukan dan perbuat di negeri-negeri kaum Muslimin, termasuk Iran. Persis seperti ketika Ariel Sharon yang dengan pongahnya sengaja masuk ke Masjid Al Aqsha karena mengetahui bahwa rakyat Palestina pasti akan marah dan berdemo, dan terjawab sudah, para pendemo itupun ditembaki oleh tentara-tentara Israel.

Tempat yang dipilih untuk bertemu adalah Bogor, kota hujan yang termasuk sebagai bagian kota yang tentu mengalami dampak dari krisis ekonomi berkepanjangan di negeri ini, karena resep mujarab IMF yang kita telah berhasil keluar akhirnya di tahun 2006 ini. Namun seakan-akan tidak terlihat adanya krisis ekonomi di kota itu, tatkala Pemerintah Kota-nya dengan mudah mengeluarkan dana sebesar 6 Milyar hanya untuk menyambut sosok yang sangat dibenci oleh umat Islam pada khususnya, dan bangsa-bangsa dunia yang mencintai kedamaian dan keadilan pada umumnya, yang itu pun tidak akan lebih dari 6 jam saja di kota ini.

Kita patut curiga setelah RUU baru yang diajukan oleh BUSH terkait Proliferation Security Initiative (PSI), akan mengajak sekitar 60 pemerintahan, yang dikhawatirkan akan mengarah kepada pemberangusan aktivis Islam, yang tentu dalam kacamata kuda Bush, sebagai sosok-sosok radikalisme dengan ideologi pembunuh.

Ada hal yang menarik saat kita membaca tulisannya seorang pemikir Islam kontemporer, Ziauddin Sardar yang kebetulan menulis bersama Merryl Wyn Davies, yang berjudul Why Do People Hate America? (2004). Beliau katakan ada 4 alasan sebagai jawabannya, dimana salah satunya adalah alasan eksistensial yang terkait erat dengan sikap Amerika yang terus saja menyusahkan negara-negara lain. "The US has simply made it too difficult for other people to exist”.

Ayyuhal ikhwatil iiman hafizhakumullaahu, al ’izza.

Islam mengajarkan kita untuk senantiasa memuliakan tamu yang hadir ke rumah kita, dan menjadikan adab ini berhubungan erat dengan keimanan kita kepada Allah dan Hari Akhir. Namun menjadi pertanyaan kita, apakah Bush hadir ke negara kita sebagai tamu, ataukah sebagai ’calon penghancur’ negara kita dalam perspektif jangka panjang.

Kita akan melihat sosok tamu yang datang ke sebuah negara, namun terkesan secara kasat mata, lebih kepada posisi tuan – pelayan. Tatkala pengalaman menyebutkan bagaimana persiapan untuk hal-hal seperti ini harus mengganggu saudara-saudara kita ekonomi kelas bawah yang berada di sekitar area pertemuan yang harus menerima pengusiran sementara waktu, atau teracaknya frekuensi radio dan selular, atau matinya frekuensi satelit, atau over-actingnya para personil keamanan mereka, dikosongkannya terminal angkutan umum, diliburkannya sekolah-sekolah, dianjurkannya seluruh warga Bogor oleh pemimpin kotanya untuk tidak keluar rumah di hari H, dikerahkannya armada perang Bush yang meliputi kapal induk USS Essex yang diberangkatkan dari Armada Tujuh AS di Sasebo (Jepang) beserta 2 (dua) helikopter Sikorsky Black Hawk, 4 (empat) pesawat siluman, serta 1 (satu) pesawat pengintai (AWACS), belum lagi tekanan dari US Secret Service kepada Mabes TNI untuk berkali-kali mengecek semua persiapan pengamanan jenis VVIP ini, sehingga mau tidak mau selain mengerahkan ribuan personel, TNI harus mengerahkan 2 (dua) pesawat tempur F-16 Fighting Falcon yang diterbangkan dari Pangkalan Skuadron F-16 Iswahyudi (Maospati, Magetan), dan tidak lupa 30 anggota tim elite Pasukan Khas TNI-AU, dan banyak hal lainnya yang semakin menguatkan citra tuan dan pelayan.

Sehingga dapat diterima kalau seorang Amien Rais dengan serius mengatakan, Kalau bisa jangan diterima berlebihan, terima saja mengkin di Istana, alakadarnya, atau di Bandara Halim Perdanakusuma, kasih nasi goreng, nasi rawon atau apa saja, kemudian suruh pulang”.

Seharusnya pemerintah memiliki sensitivitas yang tinggi, ketika 650.000 orang hilang terbantai, dengan sebagiannya perempuan dan anak-anak, di Irak dan Afghanistan. Atau ketika Fajlur Rahman, seorang aktivis kiri RI, mengatakan bahwa dengan kebijakan Amerika di dunia, menyebabkan sekitar 25.000 orang mati setiap bulannya, apakah itu efek dari peperangan, atau kelaparan, dan kondisi sosio-ekonomi. Dunia dan seisinya pun kembali disesakkan dengan hak veto USA sebagai negara pemegang hak tersebut, ketika pekan lalu ia memveto Resolusi PBB untuk mengutuk operasi militer Israel di Gaza. Resolusi Dewan Keamanan PBB itu adalah bentuk kecaman serangan Zionis-Israel di Beit-Hanoun, Gaza yang menewaskan 18 warga sipil, termasuk anak-anak dan beberapa wanita.

Ayyuhal ikhwatil iiman hafizhakumullaahu, al ’izza.

Pada pertemuan besok, telah disiapkan beberapa tokoh RI yang akan menjadi mitra dialog Bush besok, tercatat untuk bidang pendidikan ada dua tokoh yang diundang, yaitu Prof. Arief Rahman dan Prof. Yohanes Surya. Pembangunan daerah juga dua orang, yaitu Frans Wozpakrik (wakil ketua MRP) dan Prof. Yusni Sabi (tokoh perempuan dari NAD). Sedangkan untuk bidang kesehatan, ekonomi kerakyatan dan agama, masing-masing satu tokoh. Secara berturut-turut mereka adalah Dr.Nila Muluk, Muhammad Ichsan dan Komaruddin Hidayat. Untuk biotek diwakili Dr. Adi Sasono dari LIPI, dan pengadaan tsunami early warning system dari BPPT oleh Ridwan Jamaluddin.

Dino Patti Djalal dalam diskusi tengah malam kemarin di SCTV menyebutkan dan menegaskan bahwa agenda ini murni agenda RI, dan isu yang akan dibicarakan adalah isu-isu riil dan tidak mengambang, dan yang pasti mengena pada kebutuhan rakyat kecil, baik itu isu pendidikan, kesehatan, teknologi, energi, early warning system, dan perdamaian di Timur Tengah. Presiden akan menekankan pada pembentukan negara Palestina. Meski Munarman pada saat itu meragukan skenario ini, karena bisa saja terlihat agenda RI, namun titipan dari USA, dan hal ini didukung kalau kita melihat situs Gedung Putih pekan ini, bahwa kunjungan utama Bush ke Indonesia salah satunya adalah menjalin kerjasama terorisme, yang tentu isu ini tidak disebutkan oleh Dino Patti Djalal, dan bahkan beliau menolaknya, dan isu-isu tambahan lainnya yang tidak sama dengan apa yang dipersepsikan oleh team Kepresidenan RI.

Benar mungkin bahwa dalam jangka pendek, kita akan mendapatkan bantuan yang kita harapkan dari negeri adidaya ini, namun apakah kita juga membayangkan efek jangka panjang yang merugikan negara kita? Neo-liberalisme ekonomi yang mereka tawarkan terbukti melahirkan privatisasi daripada nasionalisasi perusahaan misalkan.

Kalau memang pemerintah menghitung bakal meraup keuntungan sekitar 6T dari kunjungan Bush, maka ingatlah bahwa Bush bukan malaikat apalagi sinterklas. Jarang ada bantuan tanpa pamrih yang mampir ke negara-negara miskin di dunia ini dari USA. Tidakkah lebih efektif mendapatkan 6T dari uang hasil korupsi yang saat ini terpendam di Singapura? Atau 6T lain yang bisa kita ambil dari perubahan kebijakan atas Freeport, Caltex, dan Newmont?

Ayyuhal ikhwatil iiman hafizhakumullaahu, al ’izza.

Mas Adhian Husaini mengingatkan kita pada sebuah artikelnya, bahwa apakah kita patut ikut bergembira dengan kekalahan partai Bush itu? Melihat pengalaman yang lalu-lalu, kita tidak sepatutnya terlalu berharap banyak. Kebijakan AS terhadap Islam tidak akan banyak berbeda secara substansi antara Presiden Bush atau Presiden AS lainnya di masa mendatang.

Sebab, di AS, yang berkuasa secara riil bukan hanya pemerintah yang terlihat. Ada ‘invisible government’ yang perlu diperhitungkan. Kebijakan itu begitu kuat menekan, mengatur, dan mengarahkan kebijakan politik luar negeri AS, siapa pun yang akan menjadi Presiden AS. Ingatlah nasib Presiden John F. Kennedy yang mencoba keluar dari jeratan ‘invisible government’ ini. Film JFK, garapan Oliver Stone, mengarahkan kesimpulan bahwa pembunuh Kennedy adalah CIA. Tetapi, buku ‘Final Judgement’, karya Michel Colin Piper, menyimpulkan, bahwa pembunuh Kennedy adalah Mossad.

William Blum, mantan pejabat Departemen Luar Negeri AS, menulis sebuah buku berjudul “Rouge State: A Guide to the World’s Only Superpower” (2002). Buku ini membongkar perilaku politik dan berbagai intervensi AS. Blum menyimpulkan, intervensi-intervensi AS antara lain bertujuan untuk mengokohkan AS sebagai satu-satunya superpower. Tidak boleh ada pesaing AS. Bahwa, di dunia ini tidak boleh ada dua jagoan, kecuali Paman Sam.

Dalam bukunya, The High Priests of War, Michel Colin Piper menyebutkan, belum pernah dalam sejarah AS terjadi dominasi politik AS yang begitu besar dan mencolok oleh ‘tokoh-tokoh pro-Israel’ seperti dimasa Presiden George W. Bush. Sebagian besar anggota neo-kon adalah Yahudi. Salah satu prestasi besar kelompok ini adalah memaksakan serangan AS atas Iraq, meskipun elite-elite militer AS dan Menlu Colin Powell sendiri, semula menentangnya.

Piper membahas peran kelompok garis keras Zionis Yahudi di AS dengan menguraikan satu persatu latar belakang dan tokoh-tokoh yang terlibat dalam konspirasi neo-konservatif ini, seperti Richard Perle, William Kristol, Donald Rumsfeld, Paul Wolfowitz, Rupert Murdoch, juga ilmuwan dan kolomnis terkenal seperti Bernard Lewis, Charles Krauthammer, dan tokoh-tokoh Kristen fundamentalis seperti Jerry Falwell, Pat Robertson, dan Tim LaHaye. Cengkeraman atau pembajakan kelompok neo-kon terhadap politik AS sebenarnya meresahkan banyak umat manusia. Mereka sedang menjalankan satu skenario besar “Perang Global”, dengan menempatkan Islam sebagai musuh utama peradaban dunia.

William Blum sendiri menyatakan, bahwa lebih dari 50 tahun, secara klinis, politik luar negeri AS bisa dikatakan “gila” (However, it can be argued, that for more than half century American foreign policy has, in actuality, been clinically mad.). Karena itu, untuk mengkahiri kemelut internasional dan menciptakan rasa aman bagi masyarakat AS, Blum mengajukan konsep sederhana. Jika ia menjadi Presiden AS, kata Blum, ia akan sanggup menghentikan aksi terorisme terhadap AS hanya dalam beberapa hari. Dan itu bersifat permanen.

Caranya, pertama, ia akan meminta maaf kepada semua janda dan anak yatim, orang-orang yang terluka dan termiskinkan akibat ulah imperialisme AS. Kedua, ia umumkan dengan jiwa yang tulus, ke seluruh pelosok dunia, bahwa intervensi global AS telah berakhir, dan umumkan bahwa Israel tidak lagi menjadi negara bagian AS yang ke-51. Lalu, Blum – andai jadi Presiden AS– akan memotong anggaran belanja pertahanan AS, sekurangnya 90 persen, dari angka 330 milyar USD per tahun. Jumlah itu sama dengan pembelanjaan dana pertahanan sebesar 18.000 USD per jam, sejak kelahiran Yesus. Itulah yang akan dikerjakan Blum pada tiga hari pertamanya di Gedung Putih. Tapi, katanya, pada hari keempat, ia akan dibunuh. “On the fourth day, I’d be assassinated.”

“Tidakkah kamu perhatikan orang-orang yang telah menukar nikmat Allah dengan kekafiran dan menjatuhkan kaumnya ke lembah kebinasaan.” (Ibrahim:28).

Sebagai orang beriman, mestinya para petinggi negara kita berani bersikap mandiri dan menunjukkan sikap ‘izzah (mulia) dalam berhadapan dengan siapa pun di dunia ini. Allah memerintahkan kepada kita: “Janganlah kamu bersikap lemah, dan jangan pula kamu berduka, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman.” (Ali Imran: 139).

Demikianlah pengantar dari saya, lebih kurangnya mohon dima’afkan.

Wallaahu waliyyut taufiiq. Al ’afwu minkum yaa ikhwatil iimaan al faadhil.

Akhukum fillaah,
e-mail :
supraha@indo.net.id

Tuesday, November 14, 2006

Kajian Jumat Pagi ( 17 Nop 06 )

Assalamualaikum wr.wb.
bada tahmid wa sholawat.

Sebentar lagi, presiden amerika serikat George W Bush akan segera menginjak kakinya di negeri berpenduduk muslim terbesar Indonesia.
Tanggal 20 Nopember 2006, akan menjadi hari bersejarah bagi Bush. Kali ini adalah kunjungan keduanya ke Indonesia yang dia masukkan sendiri dalam negara² penghasil teroris.
Gelombang penolakan telah terjadi sejak isu hingga tersebarnya berita dari pemerintah RI.
Apa yang melandasi PENOLAKAN itu, sehingga begitu kuat penolakan yang dilakukan oleh warga RI ?
Ikuti kupasannya bersama Ustad Wido Supraha, M. Si, aktivis muda sebuah masjid terkenal di Jakarta.
CV bisa dilihat di : http://www.widosupraha.info/aboutme.htm

Akh Wido akan memberikan pencerahan pada kita mengenai sikap tepat umat Islam terhadap kedatangan President Bush ke Indoneis dalam Kajian Jumat Pagi : " Haruskah Bush ditolak !?"

Pastikan kepada seluruh netter yang akan mengikuti online di YahooMessanger, pada :
Jum'at, 17 Nopember 2006
Pukul : 10.00- 10.55 WIB

moderator : R.Salafudin (terangsaja)

Kepada netter yang ingin mengikuti, harap menghubungi moderator di terangsaja@yahoo.com atau di YM dengan ID : terangsaja

Wassaalamualaikum.

salam,
afoe
081548011503